Anda mungkin sudah mulai mengenalkan uang kepada anak saat dia masih
balita. Namun setelah dia memasuki usia 10 tahun, Anda sudah bisa
mengenalkan konsep keuangan yang lebih dalam. Anda sudah bisa mulai
mengajari anak sulitnya mendapatkan uang.
Jika biasanya Anda memberikan uang kapanpun dia minta, maka Anda
sudah bisa mulai memberikan uang secara mingguan atau bulanan. Dengan
demikian, mereka bisa belajar untuk tidak menghabiskan uang sekaligus.
Tidak hanya itu, mereka juga bisa belajar pentingnya menabung.
Berikut ini adalah cara mengajari anak sulitnya mendapatkan uang:
-
Berikan Uang untuk Pekerjaannya
Ada baiknya jika Anda mulai mengajarkan sejak dini bahwa mereka tidak
bisa begitu saja mendapatkan uang. Mereka harus melakukan usaha atau
sebuah pekerjaan sebelum bisa mendapatkan uang. Oleh karena itu, Anda
bisa memberikan mereka bayaran setelah mereka selesai mengerjakan
pekerjaan rumah seperti membuang sampah, membersihkan rumah atau
membereskan kebun. Dengan begitu, mereka akan belajar kalau uang tidak
didapatkan begitu saja. Dia harus berusaha untuk mendapatkannya.
-
Tidak Semua Keinginannya Bisa Terpenuhi Sekaligus
Jika anak menginginkan beberapa buah barang atau suatu hal dalam
waktu bersamaan namun uangnya masih belum mencukupinya, jangan pernah
menambahkan uangnya. Yang harus Anda lakukan adalah memintanya membuat
prioritas, yang mana dulu yang penting untuk dia beli. Misalnya dia
ingin membeli ponsel tapi juga ingin sepatu baru, mintalah dia untuk
memilih salah satunya dan menunda barang yang lain. Setelah itu, dia
harus menunggu dan kembali mengumpulkan uangnya untuk mendapatkan barang
yang tertunda.
Ketika Anda memberikan uang atau dia memiliki uang berlebih, ajarkan
kepadanya untuk selalu berbagi dan memberinya. Anda harus mengajarkan
kepadanya kalau masih banyak orang yang lebih membutuhkan darinya.
Selain memintanya, Anda juga harus memberinya contoh dengan berbagi
dengan orang-orang yang lebih membutuhkan. Anda bisa memanfaatkan tempat
ibadah atau panti asuhan yang biasa mereka kunjungi untuk
mengajarkannya pentingnya berbagi. Katakan kepada mereka kalau berbagi
tidak hanya memberi manfaat kepada orang-orang yang diberikan tapi juga
kepada si pemberi.