DoYaN News

Menghadapi Bayi Kejang

Kejang atau step adalah suatu keadaan dimana terjadi peningkatan suhu tubuh pada anak tanpa disertai dengan infeksi pada syaraf. Kejang ini biasanya terjadi pada anak yang berusia 6 hingga 5 tahun. Kejang yang terjadi pada anak biasanya diawali dengan demam yang kemudian berlanjut. Untuk menghadapi bayi kejang, Anda harus berhati-hati. Karena salah-salah, maka nyawa buah hati Anda bisa terancam.

Adapun gejalan yang terjadi ketika anak mengalami kejang adalah tubuhnya tersentak dan kaku, bola matanya memutar. Jika keadaannya sangat parah, seringkali bayi seakan berhenti bernapas, muntah dan mengalami air liur. Meskipun hal ini tidak terjadi lama tapi banyak Ibu yang merasa tetap khawatir ketika buah hatinya mengalami hal ini. Selain itu, membiarkan anak terlalu lama kejang bisa mengakibatkan kerusakan pada otaknya.

Berikut ini adalah tips menghadapi bayi kejang:
  • Jangan menggendong atau menahan anak yang sedang kejang karena hal tersebut hanya akan memperburuk keadaannya.
  • Pindahkan buah hati Anda ke tempat yang lebih aman seperti lantai dan kasur. Jauhkan juga dia dari benda-benda yang bisa membahayakannya seperti benda tajam atau benda-benda keras.
  • Jika bayi muntah, segera miringkan tubuhnya agar muntahnya bisa keluar dan dia juga tidak tersedak.
  • Meskipun Anda melihat bayi sedang kesusahan untuk bernapas, jangan masukkan benda apapun ke mulutnya, termasuk sendok. Karena hal ini hanya akan mengganggu pernapasan dan membuatnya tersedak.
  • Berikan bayi pakaian yang longgar saat dia kejang agar dia bisa lebih mudah bernapas.
  • Setelah dia sadar, kompreslah dahi, ketiak dan selangkangannya dengan air hangat untuk menurunkan suhu tubuhnya.
Meskipun Anda telah memberikan pertolongan pertama kepadanya, tapi Anda juga harus tetap membawanya ke dokter untuk mendapatkan pengobatan medis. Oleh karena itu, bawalah dia ke dokter atau rumah sakit agar dia bisa mendapatkan pengobatan lebih lanjut.

Kejang karena demam berbeda dengan kejang karena epilepsi. Kejang demam biasanya hanya terjadi selama beberapa detik dan disertai dengan demam sedangkan kejang epilepsi terjadi selama 15 menit dan tidak diawali dengan demam. Anda juga harus berhati-hati saat buah hati Anda mengalami kenaikan suhu tubuh secara esktrim karena bisa saja hal tersebut berujung pada kejang.


DoYaN News