Selain dengan ASI, salah satu cara untuk menjaga kesehatan bayi dan mencegah masuknya penyakit di dalam tubuh bayi adalah dengan melakukan imunisasi. Berbagai macam imunisasi yang dilakukan di posyandu, puskesmas, rumah sakit atau dokter akan meningkatkan imunitas tubuh bayi dan mencegah berbagai penyakit berbahaya. Meski demikian, ada beberapa keadaan dimana anak tidak boleh imunisasi.
Karena ketika anak melakukan imunisasi, maka yang justru terjadi adalah hal yang berbahaya untuk buah hati Anda. Hal ini tentu akan menjadi pertanyaan besar bagi Anda karena seharusnya anak mendapatkan imunisasi yang lengkap untuk pertahanan tubuh dan tumbuh kembangnya. Imunisasi yang merupakan suatu cara untuk memasukkan virus yang telah dilemahkan ke dalam tubuh anak Anda. Karena menerima zat asing, maka tubuh akan membentuk zat kekebalan tubuh. Jadi jika nantinya ada virus yang masuk ke dalam tubuh, maka tubuh telah siap untuk memberikan perlindungan sehingga anak tidak perlu menderita penyakit tersebut.
Tapi keadaan berikut ini akan menjelaskan kenapa anak tidak boleh imunisasi:
Anak mengalami anphylaxis atau alergi yang terjadi karena beberapa imunisasi yang terjadi sebelumnya. Karena alergi terhadap imunisasi yang telah diberikan, maka anak sebaiknya anak tidak diberikan imunisasi untuk mencegah perkembangan alergi lebih lanjut;
Keadaan lain yang tidak memungkinkan anak untuk diimunisasi adalah ketika dia mengalami komplikasi setelah imunisasi. Komplikasi seperti ini tentu akan membahayakan buah hati Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghentikan imunisasi setelah anak mengalami hal ini.
Ketika anak menjalani perawatan dimana obat-obatan yang dikonsumsinya mengandung steroid yang tinggi, maka Anda juga tidak boleh melakukan imunisasi kepada anak. Streoid yang dikonsumsi oleh anak bisa saja memberikan efek samping terhadap imunisasi yang diterima oleh anak. Oleh karena itu, sebaiknya Anda menghentikan imunisasinya.
Keadaan berikutnya adalah ketika sistem kekebalan tubuh anak mempengaruhi kesehatannya. Kekebalan tubuh yang terlalu kuat biasanya akan membuat kesehatan anak terganggu.
Jika buah hati Anda memiliki masalah seperti itu, sebaiknya anda seger mengkonsultasikannya kepada dokter anak. Dengan begini, maka Anda bisa mencari tahu penyebab anak mengalami masalah tersebut. Setelah itu, Anda bisa mencari solusinya agar buah hati Anda bisa tetap mendapatkan imunisasi.

















