Sebagian besar wanita hanya tahu beberapa jenis cairan yang keluar
dari vagina, yaitu air seni, darah menstruasi, keputihan dan cairan
ketuban. Tapi ternyata ada beberapa jenis cairan lain yang keluar.
Biasanya cairan tersebut mengeluarkan bau dan warna yang tidak bisa
sehingga membuat Anda harus lebih was-was.
Jika cairan yang keluar agak keputihan atau jernih, tidak gatal,
tidak berbau, tidak terlalu kental dan tidak berwarna putih, berarti
tidak ada masalah. Namun jika cairan yang keluar berbeda dengan hal
tersebut, maka berarti Anda harus berhati-hati.
Berikut ini adalah beberapa jenis cairan yang keluar dari vagina beserta artinya:
Ketika Anda sedang berada pada masa subur atau ovulasi, maka vagina
akan mengeluarkan cairan yang berwarna putih, bening, elastis dan basah.
Pada saat ini, pembuahan bisa cepat terjadi sehingga bisa membuat Anda
segera hamil. Pada beberapa wanita, cairan ovulasi yang keluar sangat
banyak sehingga membuatnya takut padahal tidak apa-apa.
Jika darah haid berwarna kecoklatan atau merah gelap, bisa saja hal
tersebut adalah sisa darah haid yang baru keluar karena efek kontrasepsi
yang membuat tubuh sedang beradaptasi dengan hormon baru. Hal ini
biasanya terjadi pada awal-awal konsumsi pil kontrasepsi. Meski
demikian, bisa juga hal ini merupakan gejala dari kanker serviks.
Pertumbuhan jamur yang tidak normal pada vagina menyebabkan infeksi
jamur yang ditandai dengan cairan vagina yang gatal, putih serta agak
tebal seperti keju cair. Ada beberapa penyebab hal ini seperti
lingkungan yang lembab dan hangat dalam jangka waktu lama serta konsumsi
antibiotik.
Jika cairan yang keluar sedikit bau dan berwarna hijau kekuningan,
maka Anda harus berhati-hati. Karena bisa saja hal tersebut adalah
gejala dari gonorrhe (kencing nanah) atau chlamydia. Biasanya hal ini
disertai dengan perasaan terbakar saat buang air kecil dan nyeri
panggul.
-
Infeksi Bacterial Vaginosis
Jika cairan berbau amis, berwarna keabu-abuan dan tipis, berarti Anda
terkena infeksi bacterial vaginosis. Hal ini seringkali terjadi pada
wanita yang berusia 15 hingga 44 tahun.